Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Dongeng Fabel Ular dan Emas, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat dan Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia.
Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang petani miskin yang bernama Pak Joyo yang tinggal di pinggiran sebuah hutan dengan anak semata wayangnya. Suatu hari pak tani sedang mencari kayu bakar di dalam hutan, setelah berjalan cukup jauh masuk ke hutan ia bermaksud beristirahat. Pak tani lalu berteduh di bawah pohon, ia berbaring sejenak sambil menikmati semilirnya udara . Tiba-tiba dilihatnya ular berbisa yang keluar dari semak-semak di dekatnya. Saat itu dia berpkir, "Pasti ular ini adalah penjaga hutan ini dan harus dihormati." Begitulah, karena masyarakat masih percaya dengan hal-hal tahayul seperti halnya pak tani ini. Petani itupun pulang untuk mengambil sedikit makanan dari rumahnya yang berada di pinggiran hutan, ia meletakan makanan berupa air gula ke dalam mangkuk, dan menaruhnya dekat sarang ular tersebut sebagai ucapan rasa terima kasih, lalu petani itu berkata, "Wahai penjaga hutan ini, saya memberikan semangkuk air gula ini sebagai ucapan terima kasih saya kepadamu!" Setelah itu, petani tersebut pulang ke rumahnya.
Baca Cerita Dongeng Selengkapnya :
Keesokan pagi saat dia datang kembali ke tempat kemarin dia menaruh mangkuk, dia melihat kepingan emas di dalam mangkuk. Dan sejak saat itu, setiap hari kejadian itu terus berulang. Pak tani setiap hari memberikan semangkuk air gula ke ular tersebut dan setiap pagi pula dia selalu mendapatkan sekeping emas.
Suatu hari petani tersebut akan pergi ke desa sebelah selama beberapa hari dan untuk itu dia memerintahkan anaknya untuk menaruh semangkuk air gula di depan sarang ular di hutan. Sang anak melakukan perintah ayahnya, membawa semangkuk air gula, lalu menaruhnya di depan sarang ular. Keesokan paginya saat dia membawa semangkuk air gula lagi, dia menemukan sekeping emas di mangkuk yang lama, dan sang Anak berpikir: "Di perut ular ini mungkin penuh dengan emas; Jika saya membunuh ularnya, saya dapat mengambil semuanya sekaligus dan saya akan cepat kaya." Keesokan hari, saat dia menaruh semangkuk makanan di depan sarang ular, dia menunggu ular tersebut keluar, dan saat sang Ular keluar dari sarang, sang Anak memukul kepala ular tersebut dengan pentungan. Tetapi ular itu masih beruntung bisa lolos dari kematian dan dalam keadaan marah, ia mematuk sang Anak dengan giginya yang tajam dan berbisa sehingga sang Anak langsung tidak bernyawa. Orang-orang sekampung yang menemukan sang Anak yang telah meninggal lalu mengubur anak tersebut dan memanggil sang Petani pulang.
Dua hari kemudian setelah sang Petani tiba di rumah dan mendapatkan penjelasan tentang kematian anaknya, sang Petani merasa sangat bersedih. Tetapi setelah beberapa hari, dia kembali mengambil semangkuk air gula dan menaruhnya di depan sarang ular. Pak Tani lalu memanggil sang Ular untuk keluar dari sarangnya. Setelah lama menanti, sang Ular akhirnya muncul dan berkata kepada sang Petani: "Keserakahan yang membawamu sekarang ke sini, keserakahan membuat kamu lupa akan kematian anakmu. Mulai saat ini, persahabatan antara kita tidak akan bisa terjalin lagi. Anakmu yang serakah itu memukul saya dengan kayu, dan Saya menggigitnya hingga meninggal. Bagaimana saya bisa melupakan pukulan dengan kayunya? dan bagaimana kamu bisa melupakan rasa duka akan kehilangan anakmu?" Setelah itu, sang Ular memberikan sebuah mutiara yang mahal kepada sang Petani dan menghilang masuk ke dalam sarang. Tetapi sebelum menghilang, sang Ular berkata: "Jangan engkau datang lagi ke sarangku." Sang Petani mengambil mutiara tersebut, pulang ke rumahnya sambil menyimpan rasa penyesalan dalam hatinya.
Pesan Moral Cerita Dongeng Fabel Ular dan Emas adalah : Janganlah kita menjadi orang yang serakah, karena sifat serakah sangat tercela dan di benci Tuhan. Keserakahan seringkali menghilangkan akal sehat manusia. berlakulah lebih bijak dalam berfikir dan bertindak.
Cerita Dongeng Indonesia memuat dengan lengkap unsur-unsur dan kaidah baku dalam menyajikan cerita dan dongeng, meliputi unsur Intrinsik yaitu meliputi Tema, Amanat/Pesan Moral, Alur Cerita/Plot, Perwatakan/Penokohan, Latar/Setting, dan Sudut pandang. dan kadang disertai unsur Ekstrinsik Cerita.
Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang cerita Dongeng Fabel Laba-Laba Pembohong, Dongeng Anak Indonesia, Dongeng Penghantar Tidur, Dongeng Pendek, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita. Suatu hari di sebuah hutan berbukit-bukit, angin beristirahat setelah sekian lama bertiup. Di puncak bukit, dibalik batu besar, angin tertidur panjang. Sementara itu, para binatang mulai merindukan angin. Merekapun mengirimkan laba-laba untuk mencari angin. Tidak lama, laba-laba menemukan angin dan membangunkannya. Angin tidak suka tidurnya diganggu olah laba-laba. Anginpun mengusir laba-laba dan kembali tidur. Baca Cerita Dongeng Ini Selengkapnya : Karena laba-laba berjalan dengan perlahan, butuh waktu yang lama baginya turun dari bukit. Dalam perjalanannya, dia bertemu l...
Cerita Dongeng Indonesia adalah Portal Edukasi yang memuat artikel tentang Cerita Dongeng Legenda dari Jawa Tengah Putri Limaran, Dongeng Anak Indonesia, Cerita Rakyat Legenda Masyarakat Indonesia, Dongeng Nusantara, Cerita Binatang, Fabel, Hikayat, Dongeng Asal Usul, Kumpulan Kisah Nabi, Kumpulan Cerita Anak Indonesia, Cerita Lucu,Tips Belajar, Edukasi Anak Usia Dini, PAUD, dan Balita. Tersebutlah seorang putri yang cantik jelita. Putri Limaran namanya, ia adalah permaisuri raja yang rupawan. Walaupun berpenampilan sederhana namun tetap memiliki kecantikan yang luar biasa. Ia memiliki kegemaran membatik dan seni sulam. Pada suatu hari ketika Limaran sedang mengandung, raja berpamitan untuk pergi berburu. berhari-hari sang raja tidak kunjung pulang dari hutan. Untuk mengisi kekosongan waktu Limaran melakukan kegiatan sesuai kegemarannya. Ia sangat suka membatik di tempat yang tenang. Suatu ketika sang puteri sedang membatik diatas pohon di tepian tasik at...
Hai adik-adik yang pintar dan manis, bagaimana kabarnya hari ini? Tentu sedang sangat baik dan bahagia bukan?. Jumpa lagi dengan Kak Edi nih. Kali ini Kakak akan mendongeng tentang Kisah Riwayat Sang Lutung. Ikutin terus ya dongeng kak Edi di blog ini, blog Cerita Dongeng Indonesia Portal Edukasi yang berisi tentang Kumpulan Dongeng Anak Bergambar Indonesia, Cerita Rakyat Indonesia, Cerita Binatang atau Fabel, Hikayat, Legenda Indonesia, Dongeng Asal Usul dan Cerita Rakyat Nusantara. Ceritanya begini adik-adik, Pada zaman dulukala, di suatu pagi yang cerah, Seekor lutung (kera hitam) tampak berjalan dengan terseok-seok sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya. Akibat jatuh dari sebatang pohon, tubuhnya menjadi lemah tak bertenaga. Ia tampak sangat lapar, sementara hutan tempat yang biasa menyediakan makanan masih jauh. Dengan memaksa diri, ia tiba di tepi sebuah sungai. Ia minum dengan rakusnya. “Kenapa kamu tampak lemas dan pucat lutung? Kamu sakit atau kenapa?” tegur seekor ay...
Komentar
Posting Komentar